Ikhlas, Benar dan Berkualitas

-->
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Youtube

Anda perlua melakukan upgrade ke Flash Player versi 10 atau di atasnya.

 

Bhabinkamtibmas Desa labat Muara Bripka Johan  memberikan himbauan Kamtibmas berupa bahaya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) kepada  waraga Desa Labat Muara  . Rabu ( 16 Mei 2018  ) .

Musim Kemarau yang terjadi saat ini telah mengakibatkan munculnya kebakaran hutan dan lahan yang terjadi baik disengaja maupun tidak di wilayah Kalimantan Selatan khususnya di Wilayah Hukum Polsek Aluh Aluh. Untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan yang lebih luas Kapolsek Aluh Aluh Iptu H. Moh. Rojin  melalui Bhabinkamtibmas di masing-masing desa memberikan sosialisasi kepada masyarakat tentang bahaya kebakaran hutan dan lahan.

Kegiatan dilaksanakan sekaligus DDS ke rumah rumah warga binaan, dalam  kesempatan ini Bhabinkamtibmas Polsek Aluh Aluh tetap melaksanakan himbauan kepada warga agar tidak melakukan pembakaran Hutan dan Lahan yang dapat mengakibatkan kebakaran lahan secara luas. Bripka Johan  juga menyampaikan dan memberikan lembaran Maklumat Kapolda Kalsel tentang Larangan Membakar Hutan dan Lahan,  hal ini dilakukan agar masyarakat mengetahui resiko dan ancaman pidana membakar hutan dan lahan.

Karena berdasarkan Maklumat Kapolda Kalimantan Selatan Brigjen Pol Drs. Rachmat Mulyana, mengatakan kepada pelaku pembakaran hutan dan lahan berdasarkan Undang-undang Nomor 19 tahun 2004 tentang Kehutanan pasal 50 huruf d, yakni “setiap orang dilarang membakar hutan, menebang pohon”.

  1. Undang-undang Nomor 19 tahun 2004 tentang Kehutanan pasal 50 huruf d, yakni “setiap orang dilarang membakar hutan, menebang pohon”
  • Bila dengan sengaja membakar hutan diancam pidana penjara 15 tahun dan denda Rp.5 milyar (Pasal 78 ayat 3)
  • Karena kelalaiannya membakar hutan diancam pidana penjara 5 tahun dan denda Rp.1,5 milyar (Pasal 78 ayat 4)
  1. Undang-undang Nomor 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, pasal 108 “melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar, diancam pidana penjara paling singkat 3 tahun, dan paling lama 10 tahun beserta denda paling sedikit Rp.3 milyar dan paling banyak Rp.10 milyar”.
  2. Undang-undang Nomor 39 tahun 2014 tentang perkebunan pasal 108, “setiap pelaku usaha perkebunan yang membuka dan/atau mengolah lahan dengan cara membakar sebagaimana dimaksud pasal 56 ayat (1) dipidana dengan pidanan penjara lama 10 (sepuluh) tahun dan denda paling banyak Rp.10 milyar.
  3. KUHP pasal 187 “dengan sengaja melakukan pembakaran, diancam pidana penjara 12 tahun.

“Kegiatan ini bertujuan agar masyarakat mengerti tentang dampak yang ditimbulkan dari kebakaran hutan dan lahan serta masyarakat dihimbau agar pada saat akan membuka lahan tidak dengan cara dibakar,” terang Kapolsek Aluh Aluh Iptu H. Moh. Rojin Melalui para Bhabinkamtibmas. ( Polsek Aluh Aluh )


Official Link

  • Tribrata News
  • Mabes Polri
  • Promoter.
  • Polda Kalsel