Ikhlas, Benar dan Berkualitas

-->
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Youtube

Anda perlua melakukan upgrade ke Flash Player versi 10 atau di atasnya.

foto humas_resbjb

BANJARBARU – Polres Banjarbaru kedatangan puluhan mahasiswa Kota Banjarbaru yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Kemanusianan untuk menyampaikan aspirasinya, Rabu, (29/5/2019).

Dalam aksinya mahasiswa membawa Keranda mayat sebagai bentuk rasa duka mereka akibat adanya korban dari aksi 21-22 Mei 2019 di Jakarta beberapa waktu lalu.

Orasi dilakukan didepan Mapolres Banjarbaru, setelah melakukan orasinya mahasiswa dipersilahkan masuk kedalam Mapolres Banjarbaru dan disambut langsung oleh Kapolres Banjarbaru AKBP Kelana Jaya S.I.K.,M.H., beserta para PJU Polres Banjarbaru serta Anggota Polres Banjarbaru yang terlibat dalam aksi pengamanan.

foto humas_resbjb

Kemudian Kapolres Banjarbaru mengajak mahasiswa untuk masuk ke Aula Sanika Satyawada guna mendengarkan aspirasi para mahasiswa.

Yogi selaku Koordinator Aksi mengatakan ada enam poin aspirasi yang mereka sampaikan.

Yakni Mengecam tindakan represif aparat kepolisian terhadap aksi massa 21-22 Mei 2019 lalu, Menuntut Polri menindak tegas oknum kepolisian yang melakukan pelanggaran menyalahi prosedur dalam mengamankan aksi massa tersbeut. Menuntut permintaan maaf aparat kepolisian atas tindakan represifnya. Mendorong DPR dan Komnas HAM untuk membuat tim pencari fakta atas tragedy kemanusiaan yang terjadi pada aksi massa tersebut. Mendorong pemerintah untuk membuat tim pencari fakta atas meninggalnya penyelengara pemilu serta mencabut tuduhan makar atas saudara kami Fahmi Angga selaku ketua PC IMM Kota Medan.

Selain itu, para mahasiswa juga meminta Kapolres Banjarbaru dan jajarannya membuat video permintaan maaf kepada masyarakat.

Dari hasil forum, Polres Banjarbaru dan para mahasiswa sepakat menunggu fakta dan bukti yang ada baik itu yang dilakukan kelompok perusuh maupun penanganan pihak kepolisian saat peristiwa yang terjadi pada tanggal 21 dan 22 Mei.

foto humas_resbjb

“Intinya kita warga kota Banjarbaru berbela sungkawa terhadap para korban saat aksi tanggal 21 dan 22 Mei saat itu. Oleh karena itu kita sepakat media sangat mempengarui pola pikir masyarakat dan karenanya kita sama sama menjaga agar jangan mudah terprovokasi dengan media yang membawa berita bohong,” tegas Kapolres Banjarbaru.

“Mari kita liat secara utuh, jangan sepenggal-sepenggal yang mana lalu kita berasumsi tidak sesuai fakta” Tutup Kapolres Banjarbaru (RAN)


Official Link

  • Tribrata News
  • Mabes Polri
  • Promoter.
  • Polda Kalsel