Konferensi Pers Polres Banjarbaru Terkait Berita Hoax Covid-19

BANJARBARU – Polres Banjarbaru melaksanakan konferensi pers terkait adanya penyebaran berita bohong / hoax virus Corona di Kota Banjarbaru yang disebarkan melalui grup whatsapp dan media sosial, Jumat (27/03).

Konferensi pers dipimpin langsung oleh Kapolres Banjarbaru AKBP Doni Hadi Santoso S.I.K.,M.H didampingi Kapolsek Banjarbaru Kota Kompol Purbo dan Kasat Reskrim Polres Banjarbaru AKP Aryansyah.

Berawal Jumat pagi (27/03) sekitar pukul 08.30 Wita di dapat informasi dari masyarakat adanya seorang perempuan yang tergeletak di depan rumah, di Jalan Pangeran Hidayatullah Kelurahan Komet Banjarbaru, aduan itu langsung direspon oleh personel dari Polsek Banjarbaru kota.

Setibanya di lokasi kejadian, petugas kemudian berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru dan menolong wanita tersebut yang ternyata hanya tertidur. Namun, untuk lebih memastikan Dinas Kesehatan Banjarbaru melakukan pemeriksaan meliputi suhu tubuh yang bersangkutan.

“Yang bersangkutan dinyatakan sehat dan tidak ada gejala terpapar Covid 19. Keadaan psikis wanita tersebut terganggu karena permasalahan keluarga,” Ucap AKBP Doni.

Sekitar pukul 11.30 Wita tim patroli cyber  Polres Banjarbaru menemukan adanya video tidak benar atau hoax yang viral di grup whatsApp dan media sosial yang mana di dalam video tersebut mengatakan “ada seorang yang terkena virus Corona dan diamankan anggota Polsek Banjarbaru Kota.”

Menindaklanjuti penyebaran berita bohong atau hoax tersebut petugas kemudian mencari pelaku yang merekam dan menyebarkan video yang tidak benar tersebut, sekitar pukul 15.00 Wita, personel gabungan dari unit tipiter Polres Banjarbaru dan Polsek Banjarbaru Kota berhasil mengamankan pelaku saat tengah bekerja di sebuah warung di jalan pangeran Hidayatullah Kota Banjarbaru.

Kapolres Banjarbaru mengatakan pelaku penyebar hoax saat ini kami amankan di Mapolres Banjarbaru guna proses lebih lanjut.

“Tersangka berinisal BZ, 27 tahun, warga jalan Bumi Berkat, Kelurahan Sungai Besar, Kecamatan Banjarbaru Utara, Kota Banjarbaru.” Ucapnya.

Untuk pelaku dijerat dengan pasal 14 ayat 2 dan atau pasal 15 UU RI Nomor 1 Tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana dengan ancaman 3 tahun penjara.

“Kami imbau kepada masyarakat agar berhati-hati dalam membagikan  suatu berita yang belum tentu kebenarannya ke media sosial maupun grup-grup whatsapp karena penyebar berita bohong/hoax dapat dijerat UU ITE dan bagi penerima suatu berita agar selalu cek fakta sebenarnya terlebih dahulu melalui sumber yang kredibel,” pungkas Kapolres. (RAN)

Tinggalkan Balasan