Melalui Suling Kapolres Ajak Masyarakat Agar Tidak Membakar Hutan Dan Lahan

BANJARBARU – Polres Banjarbaru gencarkan sosialisasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan saat laksanakan sholat subuh keliling, Jumat (20/09)

Kegiatan sosialisasi kepada masyarakat melalui masjid di lakukan langsung oleh Kapolres Banjarbaru AKBP Kelana Jaya S.I.K.,M.H., dan diikuti oleh para pejabat utama, kapolsek jajaran serta perwira dan bintara.

Kali ini rombongan melaksanakan di Masjid Nurul Iman Jl. A. Yani Km. 33 kel. Loktabat Utara Kec. Banjarbaru Utara Kota Banjarbaru.

Dalam kesempatan nya kapolres mengajak seluruh jamaah sholat subuh untuk menjaga situasi kamtibmas, dan meminta masyarakat tidak segan segan melapor kepada pihak kepolisian jika terjadi suatu hal yang melanggar hukum.

Tidak kalah penting kapolres mengajak seluruh jamaah untuk menjaga hutan dengan cara tidak membakar hutan ataupun lahan dan sama sama mengawasi hutan yang merupakan salah satu aset negara.

“Mari kita jaga hutan kita, hutan merupakan warisan yang akan kita warisi untuk generasi penerus bangsa. Stop pembakaran hutan dan lahan karna jelas telah melanggar undang undang dan dapat merugikan diri kita semdiri.” Ungkap kapolres.

“Setiap pelaku pembakar hutan dan lahan dengan sengaja akan ada sanksi pindana, Pertama, Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan. Pasal 78 ayat (3) menyebut, pelaku pembakaran hutan dikenakan sanksi kurungan 15 tahun dan denda maksimal Rp 5 miliar. pada Pasal 78 ayat (4) menyebut, pelaku pembakaran hutan dikenakan sanksi kurungan 5 tahun dam denda maksimal sebesar Rp 1,5 miliar.”

“Kedua, Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2004 tentang Perkebunan. Pasal 8 ayat (1) menyebutkan, seseorang yang sengaja membuka lahan dengan cara dibakar dikenakan sanksi kurungan 10 tahun dan denda maksimal Rp 10 miliar.”

“Dan yang ketiga, Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan hidup. Pada Pasal 108 menyebutkan, seseorang yang sengaja membuka lahan dengan cara dibakar dikenakan sanksi minimal 3 tahun dan maksimal 10 tahun serta denda maksimal Rp 10 miliar.”tegas Kapolres. (RAN)

Tinggalkan Balasan