Pelaku Pembuang Janin Adalah Pasangan Dibawah Umur

Konferensi Pers terkait Pengungkapan Perkara Temu Mayat Bayi yang sempat VIRAL di Media Sosial yang ditemukan warga pada hari Kamis tanggal 27 Juli 2019 di Jalan Peramuan / Awang Baruh Kel. Landasan Ulin Tengah Kec. Liang Anggang Kota Banjarbaru
Press release terkait Pengungkapan Perkara Temu Mayat janin yang sempat VIRAL di Media Sosial yang ditemukan warga pada hari Kamis tanggal 27 Juli 2019 di Jalan Peramuan / Awang Baruh Kel. Landasan Ulin Tengah Kec. Liang Anggang Kota Banjarbaru. untuk 3 pelaku tidak dapat dihadirkan karna masih dibawah umur.

BANJARBARU – Polres Banjarbaru melaksanakan press release terkait penemuan sesosok janin di Jl. Peramuan / Awang buruh RT 11 RW 3 Kelurahan Landasan Ulin Tengah Kecamatan Liang Anggang Kota Banjarbaru, Kamis (01/08/2019).

kegiatan dipimpin oleh Wakapolres Banjarbaru Kompol Andik Eko S.H.,S.I.K didampingi Kasubbaghumas Polres Banjarbaru AKP SIti Rohayati S.AP.

Kronologis kejadian pada hari Sabtu tanggal 27 juli 2016 bertempat di Jl. Peramuan / Awang buruh RT 11 RW 3 Kelurahan Landasan Ulin Tengah Kecamatan Liang Anggang Kota Banjarbaru kami mendapatkan informasi dari masyarakat yang memberitahukan bahwa di TKP telah ditemukan sesosok janin bayi berjenis kelamin laki-laki telah meninggal dunia dan janin tersebut ditemukan di TKP dalam keadaan terbungkus kain warna putih.

Kemudian unit identifikasi sat Reskrim Polres Banjarbaru bersama anggota Polsek Banjarbaru barat melakukan Olah TKP guna proses penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut.

Akhirnya pada hari Rabu (31/07/2019) unit reskrim Polsek Banjarbaru Barat berhasil mengungkap siapa pelaku si pembuang janin tersebut.

“Tersangka berjumlah 3 orang diantaranya 1 perempuan dan 2 laki-laki semuanya masih dibawah umur.” Ucap Wakapolres.

“Untuk 3 pelaku sudah kami amankan beserta barang bukti, untuk para pelaku kita jerat dengan Pasal 77A UU RI No. 35 Th. 2014 tentang Perubahan UU No. 23 Th. 2002 tentang Perlindungan Anak Jo Pasal 45A UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU No.23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan Pasal 55 KUHP dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 10 Tahun” Tegas Wakapolres Banjarbaru.

“Alasan dari pelaku menggugurkan janin karena pelaku malu karena hamil diluar nikah”. Tambah Wakapolres Banjarbaru (RAN)

Tinggalkan Balasan