Pemusnahan Barang Bukti Operasi Antik Intan Tahun 2020 Polres Banjarbaru

Konferensi Pers dan Pemusnahan Barang Bukti dari Hasil Operasi Antik Intan Tahun 2020 Polres Banjarbaru

BANJARBARU – Polres Banjarbaru melaksanakan Konferensi Pers dan Pemusnahan Barang Bukti dari Hasil Operasi Antik Intan Tahun 2020 selama 14 hari dengan Sasaran Kejahatan Peredaran Gelap dan atau Penyalahgunaan Narkotika, Selasa (10/03).

Konferensi Pers dan pemusnahan barang bukti di hadiri oleh Ketua MUI Kota Banjarbaru, BNN Kota Banjarbaru, Kejaksaan Negeri Banjarbaru, Kejaksaan Negeri Martapura dan dipimpin langsung oleh Kapolres Banjarbaru AKBP Doni Hadi Santoso.

Kapolres Banjarbaru AKBP Doni Hadi Santoso S.I.K.,M.H mengatakan dari hasil Ops Antik Intan Tahun 2020 ini, Polres Banjarbaru dan Polsek jajaran berhasil mengungkap 24 Kasus Narkotika dan 1 Kasus obat daftar G dengan tersangka sebanyak 38 orang dan diantaranya ada 4 orang perempuan.

“Dari hasil Operasi ini, kami berhasil mengungkap 24 kasus Narkotika dan 1 Kasus obat daftar G, dan berhasil mengamankan 38 orang diantaranya ada 4 perempuan.” Ucapnya.

Barang bukti yang berhasil diamankan berupa sabu seberat 295,08 Gram, Carnophen 1.050 Butir dan Obat daftar G sebanyak 6.330 Butir.

Untuk tersangka Narkotika akan dijerat pasal 114 dan pasal 112 Undang – undang nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, sedangkan untuk tersangka obat daftar G akan dijerat pasal 196 dan pasal 198 Undang – undang nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan.

Kemudian barang bukti hasil giat operasi antik intan 2020 berupa sabu sabu dimusnahkan dengan cara diblender yang dilakukan oleh Kapolres Banjarbaru, Ketua MUI Banjarbaru, Kasat Narkoba, Kejaksaan Negeri Banjarbaru.

Tidak hanya itu, Kapolres Banjarbaru berharap dengan pengungkapan kasus Narkotika  pada Operasi Antik Intan 2020 ini, dapat menekan angka kriminalitas khususnya pada tindak penyalahgunaan narkotika.

Sehingga wilayah Kota Banjarbaru sendiri dapat terbebas dari tindak penyalahgunaan serta bahaya pengaruh narkotika khususnya sabu-sabu serta obat-obatan berbahaya lain, karena pihaknya selalu aktif memerangi tindak pidana penyalahgunaan narkotika. (RAN)

Tinggalkan Balasan