Ikhlas, Benar dan Berkualitas

-->
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Youtube

Anda perlua melakukan upgrade ke Flash Player versi 10 atau di atasnya.

WAKA-1

Wakil Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan Kombes Polisi Priyo Widyanto mengatakan pihaknya langsung meningkatkan kegiatan patroli keliling untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan pascapeledakan bom di Sarinah, Jakarta Pusat.

“Begitu mendengar ada bom, kita langsung meningkatkan pengamanan dengan meningkatkan kegiatan patroli keliling,” kata Priyo di Banjarmasin, Kamis.

Menurut dia, patroli dan penjagaan diutamakan di daerah-daerah pusat keramaian, baik secara terbuka maupun tertutup, untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat.

Selain itu, pengamanan di wilayah Polres dan Polsek masing-masing daerah juga ditingkatkan untuk memastikan bahwa seluruh wilayah Kalsel dalam kondisi aman dan tidak terpengaruh oleh kejadian bom Sarinah.

“Brimob juga telah disiapkan untuk berjaga-jaga bila terjadi sesuatu yang mendesak dan tidak diinginkan masyarakat,” katanya.

Peristiwa peledakan bom Sarinah juga mendapatkan perhatian cukup luas dari masyarakat Kalsel, sebagian warga mengikuti setiap perkembangan peristiwa peledakan bom di pos polisi tersebut melalui siaran televisi.

Beberapa warga Kalsel, antara lain Fadhlan dan Rini mengaku prihatin dengan peristiwa tersebut, dan berharap keluarga korban bisa sabar dalam menghadapi musibah tersebut.

Sebelumnya, warga Kalsel juga terpengaruh oleh pemberitaan adanya organisasi Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) yang sempat berkembang di daerah ini.

Penjabat Gubernur Kalimantan Selatan Tarmizi Abdul Karim mengimbau masyarakat tidak ikut bergabung dalam Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) karena tujuan organisasi yang tidak jelas.

“Masyarakat Kalsel kami imbau tidak ikut-ikutan bergabung dalam Gafatar. Cukup jalankan ibadah sesuai tuntunan agama,” katanya.

Ia mengatakan, kasus Gafatar yang cukup menghebohkan dan sudah sangat ramai diberitakan media massa hendaknya menjadi peringatan bagi masyarakat untuk tidak bergabung.

Ditekankan, masyarakat hendaknya meneliti dan mengetahui apa tujuan gerakan merekrut anggota sehingga tidak menjadi korban atau menjadi pengikut suatu organisasi.

“Teliti dan ketahui dulu apa tujuan yang ingin dicapai karena sebuah organisasi atau gerakan bisa diketahui dari tujuannya. Jadi kami imbau setiap masyarakat harus teliti,” pesannya.

Menurut dia, masyarakat juga harus bisa menjaga lingkungan dari berbagai organisasi maupun gerakan yang mencoba tumbuh dan berkembang di tengah lingkungannya.

ant/tribratanews


Official Link

  • Tribrata News
  • Mabes Polri
  • Promoter.
  • Polda Kalsel