Polres Banjarbaru Gelar Rekontruksi Pelaku Pembakar Lahan

BANJARBARU – Unit Tipiter Sat Reskrim Polres Banjarbaru menggelar rekontruksi kasus kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Jalan Handil Bina Tani / Handil V Kel.Syamsuddin Noor Kota Banjarbaru yang terjadi pada tanggal 14 Agustus 2019 lalu. Kamis (10/10/19).

Sebanyak 19 adegan diperagakan oleh Ahmad Pahwan yang telah resmi ditetapkan oleh Sat Reskrim Polres Banjarbaru sebagai Tersangka dimana awalnya tersangka bersama saksi Ahmad Hartoyo diminta oleh pemilik tanah atas nama Bambang Susanto untuk membersihkan lahan miliknya pada hari Rabu tanggal 14 Agustus 2019.

Mereka berdua awalnya membersihkan lahan dengan parang di area tersebut namun saat istirahat Tersangka Ahmad Pawan merokok dan meninggalkan rokoknya dalam keadaan menyala saat bermaksud berteduh di rumah salah satu warga yang tidak jauh dari area lahan tersebut.

Tidak lama kemudian saat saksi ingin melanjutkan pekerjaannya membersihkan lahan tiba-tiba api sudah membesar, hingga membakar sekitar 2 hektar lahan, sekitar 5 menit berselang petugas Tim Karhutla dari Polsek Banjarbaru Barat datang dan membantu memadamkan lahan yang terbakar bersama Ahmad Pawan yang merupakan pelaku dan saksi Ahmad Hartoyo.

Kemudian Tim Karhutla Polsek Banjarbaru Barat melakukan interogasi kepada kedua orang yang ditemukan diarea lahan yang terbakar tersebut yang selanjutnya dibawa ke Mapolres Banjarbaru untuk dilakukan pemeriksaan.

Kapolres Banjarbaru AKBP Kelana Jaya, S.I.K., M.H melalui Kasubbaghumas Polres Banjarbaru AKP Siti Rohayati menuturkan bahwa benar dari hasil penyelidikan dan pemeriksaan para saksi serta saksi ahli dan olah TKP yang dilakukan oleh Penyidik akhirnya salah satu dari dua orang yang ditemukan disekitar area lahan yang terbakar telah resmi ditetapkan jadi tersangka yaitu atas nama Ahmad Pawan.

“Pelaku kini kami jerat dengan Pasal 187 KUHP dan atau 188 KUHP yang mana Barang siapa dengan sengaja menimbulkan kebakaran, ledakan atau banjir, dan atau barang siap menyebabkan karena keslahannya kebakaran, letusan atau banjir dapat dihukum pidana kurungan maksimal 5 Tahun Penjara”, pungkasnya. (okkyLnD)

Tinggalkan Balasan