Ikhlas, Benar dan Berkualitas

-->
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Youtube

Anda perlua melakukan upgrade ke Flash Player versi 10 atau di atasnya.

BANJARBARU – Satuan Reskrim Polres Banjarbaru menggelar rekonstruksi kasus penganiayan yang mengakibatkan korban meninggal dunia di Jalan A Yani Km 35,5, di samping dealer Suzuki Banjarbaru, Rabu (12/6) pagi.

Korban yang diketahui bernama Khairullah (30) warga Cempaka Kota Banjarbaru ini awalnya diduga meninggal akibat mengalami kecelakaan karena saat ditempat kejadian korban terkapar dipinggir jalan dan sepeda motor miliknya berada diatas trotor pejalan kaki.

Namun saat dilakukan peyelidikan lebih dalam oleh Satuan Reskrim Polres Banjarbaru, ternyata korban meninggal akibat hantaman benda tumpul karena saat dilakukan Visum di Rumah Sakit Idaman Kota Banjarbaru kepala korban terlihat retak dan ada bekas luka hantaman dikepala korban, dari hasil penyelidikan polisi lewat pemeriksaan para saksi dan keluarga lantas ditemukan unsur penganiayaan yang dialami korban.

Kapolres Banjarbaru AKBP Kelana Jaya S.I.K.,M.H., melalui Kasubbag Humas Polres Banjarbaru AKP Siti Rohayati, menjelaskan bahwa sebab penganiayaan tersebut bermula saat korban, pelaku dan saksi sedang berkumpul di lapangan Murjani sambil meminum minuman beralkohol, kemudian terjadi percekcokan mulut antara korban dan pelaku.

 

“Karena percekcokan mulut korban pulang dan tanpa disadari 2 (dua) orang pelaku mengikuti dan menghadang korban kemudian melemparkan batu kearah kepala korban yang mengakibatkan korban terjatuh dan meninggal dunia,” ungkapnya.

Sebanyak 52 adegan ditampilkan dalam rekonstruksi. saksi dan Kedua tersangka pun dihadirkan untuk menggambarkan secara detail bagaimana peristiwa tersebut berlangsung.

“Tersangka yang dewasa atas nama Rizky kita tangkap di kota Malang Jawa Timur. Sedangkan tersangka dibawah umur berinisial LF, kita amankan di kota Banjarbaru,” ucap Kasubbaghumas.

Kedua tersangka Rizky dan LF kini harus mempertanggungjawabkan perbuatanya dan disangkakan pasal 170 KUHP Ayat (3) tindak kekerasan dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara. (RAN)


Official Link

  • Tribrata News
  • Mabes Polri
  • Promoter.
  • Polda Kalsel