Polres Banjarbaru Laksanakan Pelatihan Pemulasaran Jenazah Covid-19

Polres banjarbaru melaksanakan pelatihan pemulasaran jenazah Covid-19

BANJARBARU – Sejumlah personel Polres Banjarbaru diberikan pelatihan pemulasaran jenazah Covid-19, bertempat di Joglo Mapolres Banjarbaru. Selasa (05/05).

Kegiatan yang dipimpin oleh Kapolres Banjarbaru AKBP Doni Hadi Santoso S.I.K.,M.H bersama dr Ahmad Dainuri, Sp.PD dan diikuti oleh pejabat utama, Kapolsek jajaran serta beberapa personel dari Satuan Sabhara Polres Banjarbaru.

Pelatihan ini sebagai langkah agar mereka bisa mengetahui bagaimana protokol penanganan jenazah dan pemakaman jenazah positif Covid-19. 

“Pelatihan ini sangat bermanfaat bagi personel kami sebagai bekal di lapangan, khususnya dalam membantu penyelenggaraan jenazah penderita COVID-19, Yang pasti jika kami dibutuhkan untuk membantu anggota sudah siap, sehingga tidak menbahayakan bagi mereka nantinya.” Ucap Kapolres Banjarbaru.

Kapolres Banjarbaru juga berpesan kepada personelnya sebagai insan beragama hendaknya kita berupaya ikhtiar dan berdoa secara maksimal dalam penganganan penyebaran covid-19.

Pada saat proses pemulasaran sampai pemakaman jenazah agar mengikuti sepenuhnya ketentuan protokol kesehatan dengan mempedomani fatwa dari lembaga keagamaan masing-masing.

Berikan pemahaman kepada masyarakat dengan bijak untuk tidak melakukan tindakan gegabah membuka jenazah yang sudah disterilkan oleh protokol kesehatan dengan dalih apa pun, demikian halnya perlu pemahaman masyarakat yang memadai agar tidak menolak pemakaman jenazah di lingkungannya selama sudah dilakukan pemulasaran sesuai protokol kesehatan.

dr Ahmad Dainuri, Sp.PD Spesialis Penyakit Dalam mengatakan, penting bagi semua pihak mengetahui protokol kesehatan penanganan COVID-19. Dia menjelaskan, pemulasaran jenazah penderita COVID-19 harus dilakukan sesuai aturan. Hal itu untuk mencegah potensi penularan virus berbahaya tersebut.

Beberapa protokol yang harus dijalankan seperti cara pemulasaran jenazah, jenazah harus dibungkus, peti jenazahnya dibuat khusus dan setelah jenazah ditutup maka tidak boleh dibuka lagi.

“Pengetahuan itu harus diketahui untuk mencegah penularan. Edukasi juga harus diberikan kepada masyarakat supaya jangan sampai terjadi seperti kejadian di daerah lain ada warga yang mengambil dan membuka jenazah yang hendak dimakamkan. Itu bahaya karena sangat berisiko penularan,” Ucapnya. (RAN) 

Tinggalkan Balasan