Unit PPA Sat Reskrim Polres Banjarbaru Ungkap Pelaku Cabul

Kapolres Banjarbaru pimpin Konferensi pers

BANJARBARU – Polres Banjarbaru melaksanakan Konferensi Pers di Mapolres Banjarbaru, Kamis (30/01/2020). Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kapolres Banjarbaru AKBP Doni Hadi Santoso S.I.K.,M.H didampini Kasat Reskrim Polres Bajarbaru beserta Kasubbag Humas Polres Banjarbaru.

Kapolres Banjarbaru mengatakan bahwa pelaku GM resmi ditahan usai proses yang dilakukan tim penyidik 3 jam lebih dengan 33 pertanyaan.

“Berdasarkan hasil gelar perkara pelaku GM kami tetapkan sebagai tersangka pada hari Jumat 24 Januari 2020 dan kemudian hari ini kita Panggil sebagai tersangka dan langsung kita lakukan penahanan terhadap tersangka,”jelas Kapolres.

Kasus pencabulan GM dengan korban AF (16) warga Banjarbaru seorang siswa magang di sebuah hotel di Banjarbaru, berawal ketika korban sedang membersihkan toilet.

“Saat GM masuk ke dalam toilet tersebut. Oleh pelaku korban didekati dan diajak komunikasi, saat pembicaraan tersebut, pelaku langsung mencabuli korban,”paparnya.

Kapolres menjelaskan, tangan pelaku memegang dada dan alat vital korban kemudian sempat dibujuk dengan imbalan akan dibelikan baju oleh GM.

“Pelaku GM memegang tangan korban untuk menggosok kemaluannya, dan tangan pelaku memegang dada serta kemaluan korban dari luar celana disertai bujukan,” tambahnya.

Korban lantas melapor ke orang tuanya hingga akhirnya dilaporkan ke pihak kepolisian dengan mengantongi barang bukti berupa 1 buah handphone, 3 buah Flasdisc berisi rekaman CCTV, dan kemeja korban yang dipakai saat kejadian.

Untuk motif dari pelaku GM sendiri dikatakannya masih didalami oleh tim penyidik Sat Reskrim Polres Banjarbaru.

Pelaku GM dijerat Pasal 82 Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 

Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak jo Pasal 76 E Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

“Tersangka terancam kurungan maksimal 15 tahun penjara, paling ringan lima tahun penjara,”tutup kapolres. (RAN)