TRIBRATANEWS POLRES BANJARBARU

KAPOLRES BANJARBARU DISKUSI COVID DENGAN RADAR BANJARMASIN

BANJARBARU – Pandemi Covid-19 sudah jadi atensi bersama. Tidak hanya dari sektor pemerintah atau instansi, namun peranan sektor usaha media dan informasi juga tak bisa luput untuk upaya penanganan virus menular ini.

Kemarin (3/6), manajemen Radar Banjarmasin berdiskusi aktif dengan pihak kepolisian setempat. Dalam hal ini dari Kapolres Banjarbaru, AKBP Doni Hadi Santoso serta jajaran.

Dari manajemen Radar Banjarmasin sendiri diskusi langaung oleh Direktur Utama, Suriansyah Achmad, Pemimpin Redaksi (Pemred), Toto Fachrudin serta Manajer Pemasaran, Tatas Dwi. Tentunya karena anjuran phyiscal distancing, diskusi ini digelar terbatas dan mengedepankan jaga jarak.

Membuka diskusi, Kapolres mulai menjelaskan apa saja upaya yang dilakukan oleh pihaknya dalam upaya menekan penularan. Termasuk dalam hal ini bagaimana upaya pendisiplinan di tengah-tengah masyarakat.

Menurutnya, sikap disiplin saat ini adalah sangat vital dalam menangani penularan ini. Mengingat katanya, selain dari program atau upaya dari pemerintah, perlu ada kesadaran masyarakat untuk hal ini.

“Kita diskusi dengan pihak media bagaimana cara penanggulangan Covid-19 ini secara bersama-sama. Artinya, hal ini tidak hanya dari petugas saja, melainkan peran media juga sangat berperan dalam menyampaikan tujuan dan upaya apa saja ke masyarakat,” kata Kapolres.

Sinergitas antara media dan petugas kata Kapolres juga sangat penting. Agar informasi yang ingin disampaikan ke masyarakat tidak menjadi bias bahkan rawan disalahartikan.

“Tadi kita banyak bertukar informasi dan juga kami banyak dapat tambahan pandangan soal upaya penanganan ini. Tentu ini diskusi yang positif agar kita bersama-sama bisa menangani wabah ini,” ungkapnya.

Sementara itu, Pemred Radar Banjarmasin, Toto Fachrudin menyambut baik diskusi tersebut. Sebab menurutnya, analisa dan perspektif dari media tentu juga bisa jadi bahan atau referensi bagi tim gugus tugas untuk penanganan di lapangan.

“Media juga punya peran strategis dalam penanganan Covid-18. Salah satunya adalah guna menangkal informasi hoaks soal Covid-19,” buka Pemred.

Lalu, analisa dan pemberitaan yang disajikan terangnya juga bisa jadi acuan untuk petugas. Yakni sebagai pertimbangan bagaimana menentukan langkah yang efektif untuk upaya penekanan sebaran kasus.

“Karena termasuk media di dalamnya juga dari pemberitaan turut menyematkan aspek edukasi dan sosialisai kelada masyarakat,” pungkas Toto. (rvn)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini:

Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (0) in /home/bbarukalsel/public_html/wp-includes/functions.php on line 4673