TRIBRATANEWS POLRES BANJARBARU

Laporan Penelantaran Anak, Bhabinkamtibmas Kelurahan Mentaos Cepat lakukan Problem Solving

Polres Banjarbaru, Bhabinkamtibmas kelurahan mentaos Bripka Kariyanto mendapat laporan dari warga mentaos di Komplek Sumber Indah Rt. 01 Rw. 02 yang bernama Bpk. Bayu ( keponakan supri ). Masalah penelantaran anak oleh salah satu warga kelurahan mentaos (yang merupakan paman pelapor). Anak-anak tersebut ditelantarkan oleh ayahnya (Bpk. Suprianto) karena ibunya meninggal dunia. Adapun nama anak – anak tersebut adalah :
1. An. Zaki ( 11 tahun )
2. An. Raskhia ( 9 tahun )
3. An. Viona ( 4 tahun )
Anak – anak tersebut tidak terurus karena ayahnya bekerja tidak menentu.

Oleh karena itu bhabinkamtibmas mentaos melakukan kunjungan (DDS) untuk pendekatan secara kekeluargaan kepada ayahnya.
“Melihat secara langsung di dampingi oleh Bpk. Bayu, ternyata anak – anak tersebut memang tidak terurus oleh ayahnya dan tidak mendapatkan hak sebagai anak., seperti anak tidak mempunyai akte kelahiran, anak tidak bersekolah, anak tidak mendapatkan kehidupan yang layak”, ucap Bripka Kariyanto.

Kapolsek Banjarbaru Kota Kompol Madyo Pranowo,  SE., menerangkan bahwa bhabinkamtibmas mentaos selalu aktif memonitor anak-anak tersebut dan menggupayakan agar anak – anak mendapatkan akte kelahiran, agar anak – anak dapat bersekolah dan mendapatkan hak kehidupan lainnya.

Dalam hal tersebut bhabinkamtibmas mentaos terus berkoordinasi dengan BU lurah untuk pembuatan akte kelahiran. Selain itu juga menggerakan warga untuk perduli sesama dengan memberikan bantuan berupa baju bekas layak pakai. Setelah terus di monitor ternyata ayah korban tetap tidak bisa merawat dan mengurus anak – anaknya sesuai janjinya. Pada tanggal 10 Agustus 2017 akan lakukan mediasi kembali melibatkan tokoh masyarakat dan tokoh agama, juga bhabinsa dan petugas dari kelurahan. Ayahnya tetap ingin merawat anaknya dan berjanji kembali disaksikan oleh tokoh masyarakat dan tokoh agama kelurahan mentaos.

Bhabinkamtibmas mentaos, babinsa dan petugas kelurahan berkoordinasi dengan Dinas Sosial untuk pemberian bantuan. Akhirnya dari Dinas Sosial memberikan bantuan dana berupa uang sebesar Rp. 300.000.00,- ( tiga ratus ribu ) / per bln. Yang dikelola oleh tetangga korban ibu Pras. Kemudian terus melakukan monitor dan kunjungan rumah, tetapi ayahnya tetap menelantarkan anak – anak nya. Anak – anak tetap tidak terurus (anak – anak berkeliaran dan anak – anak tidak mandi, kadang anak – anak juga tidak makan).
Kemudian berkoordinasi kembali dengan dengan pihak Kelurahan dan Dinas Sosial untuk mencari solusi terbaik untuk anak – anak agar mendapatkan hak nya sebagai anak.

“Dalam keputusan akhir anak – anak di masukan di Yayasan Yatim Indonesia pada tanggal 04 september 2017 sekitar jam 14.00 wita bersama Dinas Sosial, petugas kelurahan, saya dan bhabinsa mengantarkan anak – anak ke Yayasan Yatim Indonesia. Anak – anak tampak senang karena berkumpul dengan – teman sebayanya. 3 hari kemudian di lakukan kunjungan ulang ke Yayasan Yatim Indonesia. Anak – anak tampak gembira, anak – anak sudah terlihat bersih dan terurus. Warga kelurahan mentaos dan pihak keluarga merasa tenang anak – anak sudah mendapatkan haknya”, tutup bripka Kariyanto.

Penulis : Kariyanto

Editor : Kariyanto

Publish : Arum

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini:

Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (0) in /home/bbarukalsel/public_html/wp-includes/functions.php on line 4673