Narkoba Jaringan Internasional Senilai 1,2 Milyar Berhasil Diamankan Sat Narkoba Polres Banjarbaru

BANJARBARU – Sat Resnarkoba Polres Banjarbaru mengungkap rangkaian peredaran Narkoba di Kota Banjarbaru dari pemakai, pengedar hingga sang bandar berhasil dibekuk dibeberap tempat berbeda.

Bukti keseriusan Polres Banjarbaru dalam memerangi Narkoba dapat dilihat dari hasil pengungkapan yang dilakukan oleh Sat Resnarkoba Polres Banjarbaru dimana 5 orang tersangka dengan inisial MR, M, TM, R dan H ini berhasil ditangkap beserta barang bukti Narkoba di daerah Banjarbaru, Banjarmasin dan Kabupaten Banjar.

Dalam Konferensi Pers yang digelar di Lobby Polres Banjarbaru, Kamis (18/7) Kapolres Banjarbaru AKBP Kelana Jaya, S.I.K., M.H melalui Wakapolres Banjarbaru Kompol Andik Eko Siswanto, S.H., S.I.K mengatakan bahwa pengungkapan berawal dari penangkapan di Jalan Perambaian Komplek Graha Alam Lestari Kota Banjarbaru yang kemudian terus kami kembangkan hingga ke wilayah Kota Banjarmasin dan Kabupaten Banjar.

“Ini merupakan pengungkapan besar dan merupakan jaringan internasional dengan barang bukti yang berhasil kami amankan yaitu Narkoba jenis sabu-sabu dengan berat kotor 417,16 gram atau sekitar 4 ons dan jenis ineks warna merah muda dengan logo kerang sebanyak 987,5 butir”, ucap Wakapolres Banjarbaru.

“Saat ini kami masih melakukan pengembangan terhadap pemasok yang namanya sudah kami kantongi, karena dimungkinkan merupakan jaringan Malaysia maka kami bekerja sama dengan Direktorat Polda Kalimantan Selatan untuk mengejar pelaku lainnya”, tambahnya.

Kasat Resnarkoba Polres Banjarbaru AKP Elche menambahkan bahwa dari 5 (lima) orang ini salah satunya seorang wanita yang perannya sebagai kurir yang ditangkap di Kota Banjarmasin dan Barang Bukti yang banyak kami dapat dari seorang berinisial H (35 Tahun) ini di daerah Kertak Hanyar Kabupaten Banjar yang jika diuangkan Narkoba ini bernilai 1,2 Milyar Rupiah, pungkasnya.

“Dari pengungkapan kasus ini tentunya jutaan jiwa terselamatkan dari Narkoba,” tutur Elche.

Untuk pasal akan kami jerat sesuai dengan perannya masing – masing sementara Bandarnya akan kami jerat dengan Pasal 132 ayat (1) sub Pasal 114 ayat (2) sub Pasal 112 ayat (2) Undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan pidana penjara paling lama 20 Tahun. (okkyLnD)

Tinggalkan Balasan