TRIBRATANEWS POLRES BANJARBARU

Pelayanan Pembuatan SIM D Untuk Penyandang Disabilitas Di Polres Banjarbaru

BANJARBARU – Penyandang disabilitas juga bisa mengendarai kendaraan di jalan raya. Namun, syaratnya mereka juga wajib memiliki surat izin mengemudi (SIM) D.

Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Pasal 80 tentang bentuk dan penggolongan SIM, penyandang disabilitas diperbolehkan mengendarai sepeda motor khusus di jalan raya asalkan mengantongi SIM D.

Di Polres Banjarbaru, pelayanan pembuatan SIM D juga diberlakukan seperti pembuatan SIM C dan SIM lainnya.Bahkan, ada ruangan khusus yang telah disiapkan di Polres Banjarbaru bagi penyandang disabilitas yang ingin membuat SIM D.

Kasat Lantas Polres Banjarbaru, AKP Gustaf Adolf Mamuaya melalui Baur SIM Aipda Putu mengatakan pada 2019 tadi ada sebanyak enam penyandang disabilitas yang telah membuat SIM D.

Syarat dasar untuk mendapatkan SIM D sama seperti SIM A dan C. Pemohon harus berusia lebih dari 17 tahun, memenuhi syarat administratif, kesehatan, serta lulus uji teori serta praktik dan memiliki penglihatan dan pendengaran normal.

Meskipun hampir sama dengan pembuatan SIM A atau C, alat uji praktek untuk SIM D berbeda dengan SIM C, yaitu berupa kendaraan khusus sepeda motor beroda tiga.

Namun, untuk lokasi pengujian SIM D ini dilakukan di tempat yang sama dengan SIM A dan C.

“Untuk penyandang disabilitas, ada ruangan khusus yang telah disiapkan. Jadi tidak ikut antre bersama dengan yang normal. Kita akan prioritaskan mereka saat proses pembuatan SIM D,” katanya, Sabtu, (18/1).

SIM D yang diperuntukan untuk penyandang disabilitas dengan kendaraan roda tiga ini prosesnya untuk teori sama dengan pembuatan SIM untuk yang normal. Bedakan hanya jenis kendaraannya.

“Jadi, mereka juga harus mengikuti tes baik teori dan praktek untuk bisa mendapatkan SIM D. Makanya, akan diuji praktek dulu, apakah bisa mengoperasikan kendaraanya atau tidak,” lanjutnya.

Saat uji praktek itu, akan diketahui bagaimana keterampilan mengemudinya. Kalau lulus ujian, tentunya mereka akan mendapatkan SIM baik itu SIM D atau SIM A.

“Kita menghimbau kepada penyandang disabilitas yang memang bisa mengoperasikan kendaraan baik roda dua, tiga dan empat. Jangan segan membuat SIM. Mengingat, saat giat razia, tetap diberlakukan tilang,” tambahnya. (RAN)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini:

Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (0) in /home/bbarukalsel/public_html/wp-includes/functions.php on line 4669

Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (0) in /home/bbarukalsel/public_html/wp-content/plugins/really-simple-ssl/class-mixed-content-fixer.php on line 111