Ikhlas, Benar dan Berkualitas

-->
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Youtube

Anda perlua melakukan upgrade ke Flash Player versi 10 atau di atasnya.

Promoter

Diterbitkan oleh admin 28 Juli 2017 0 komentar

Sejak dilantik sebagai Kepala Kepolisian Republik Indonesia 13 Juli 2016 lalu, Jenderal Polisi Drs H M Tito Karnavian MA, PhD, mengusung visi “terwujudnya Polri yang makin profesional, modern, dan terpercaya, guna mendukung terciptanya Indonesia yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian berdasarkan gotong-royong”.

Visi tersebut kemudian disederhanakan menjadi slogan “Promoter”, singkatan dari profesional, modern, dan terpercaya.

“Promoter, ada dua bagian utama dari slogan ini. Pertama, terpercaya sebenarnya adalah outcome. Kedua, profesional dan modern adalah cara. Jadi, kepercayaan diraih melalui peningkatan profesionalisme dan modernisasi,” jelas Jenderal Pol Tito Karnavian dalam diskusi publik Dialog Polri bertajuk “Menuju 100 Hari Kepemimpinan Jenderal Pol Tito Karnavian” yang digelar di Mabes Polri Jakarta, Selasa (11-10-2016).

Lebih jauh, Kapolri menjelaskan, Promoter itu jika dibandingkan dengan Negara Indonesia, maka kedudukannya sama seperti Pancasila, yakni pedoman dasar.

Dalam institusi negara, pedoman dasar itu kemudian dijabarkan dalam Undang-Undang Dasar 1945, yang terdiri dari pembukaan dan pasal-pasal. Kemudian diturunkan lagi menjadi undang-undag dan lain sebagainya.

Sementara di Polri, Promoter kemudian dijabarkan menjadi Commander Wish Kapolri dan 11 Program Prioritas.

“Commander Wish adalah harapan atau keinginan pimpinan. Posisinya seperti Pembukaan Undang-undang Dasar, sementara 11 Program Prioritas itu seperti pasal-pasalnya. Yang kemudian diturunkan lagi menjadi 61 program,” kata Jenderal Pol Tito Karnavian.

Namun demikian, menjelang 100 hari kepemimpinanya, Jenderal Pol Tito Karnavian mengakui Program Promoter belum membuahkan kemajuan yang maksimal. Perlu lebih banyak waktu untuk terus melakukan sosialisasi.

Besarnya tubuh Polri dari segi personel menjadi kendala utama. Dimana saat ini Polri memiliki 33 Polda, 400an Polres, dan ribuan Polsek.

Kapolri bertekad akan terus melakukan sosialisasi agar Program Promoter dapat berjalan dengan maksimal. Langkah yang ditempuh adalah dengan menyusun indikator dari setiap program prioritas, membentuk tim pengawas yang diterjunkan ke daerah-daerah, serta memberlakukan sistem rewards and punishment agar tercipta kompetisi yang positif di antara jajaran.

Untuk diketahui, 11 Program Prioritas Kapolri terdiri dari:

  1. Pemantapan reformasi internal Polri.
  2. Peningkatan pelayanan publik yang lebih mudah bagi masyarakat dan berbasis TI.
  3. Penanganan kelompok radikal prokekerasan dan intoleransi yang lebih optimal.
  4. Peningkatan profesionalisme Polri menuju keunggulan.
  5. Peningkatan kesejahteraan anggota Polri.
  6. Tata kelembagaan, pemenuhan proporsionalitas anggaran dan kebutuhan administrasi, sarana, dan prasarana.
  7. Pembangunan kesadaran dan partisipasi masyarakat terhadap Kamtibmas.
  8. Penguatan Harkamtibmas (Pemeliharaan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat).
  9. Penegakan hukum yang lebih profesional dan berkeadilan.
  10. Penguatan pengawasan.
  11.  Quick Wins Polri.

Semua program tersebut dijadwalkan akan dilaksanakan dalam tiga tahap waktu. Tahap I berada di 100 hari pertama. Tahap II November 2016-Desember 2019. Tahap III Januari 2020-Desember 2021.

Sumber: Tulisan Iman Firmansyah berjudul Promoter Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian


Official Link

  • Tribrata News
  • Mabes Polri
  • Promoter.
  • Polda Kalsel