TRIBRATANEWS POLRES BANJARBARU

Seorang Pemuda Mabuk Dan Dengan Parang Menyerang Anggota Polsek Banjarbaru Diringkus

Polres Banjarbaru – Polsek Banjarbaru Barat merupakan jajaran Polres Banjarbaru mengaman seorang pemuda mabuk bernama Apriyanto nekat menyerang aparat dengan senjata tajam.

Apri secara tiba-tiba mengamuk, dan nekat menyerang petugas gabungan yang hendak mengamankannya.

Sebelum menyerang mobil patroli polisi, pemuda 24 tahun ini rupanya sempat mengejar anggota TNI dengan parang.

Minggu (1/2) sekitar pukul 23.30, empat personel Polsek Banjarbaru Barat dikerahkan untuk meringkus pemuda kalut tersebut.

“Kami dapat dari laporan ayah pelaku mengenai anaknya yang mabuk dan membawa senjata tajam,” ujar Kapolsek Banjarbaru Barat, Andri Hutagalung, S.Ab, M.AP, Rabu (5/2) siang.

Apriyanto mengamuk di Jalan Ahmad Yani Km 21, tepat depan mako Kompi 623, Landasan Ulin Barat, Kecamatan Liang Anggang, Kota Banjarbaru.

“Pelaku merupakan warga setempat,” jelas dia.

Di saat bersamaan, tujuh personel TNI AD dari Kompi 623 yang ikut membantu polisi juga gagal meringkus Apri lantaran dikejar parang oleh pelaku.

Dalam upaya penangkapan itu, mobil patroli polisi rusak dengan rincian pecah pada cover lampu belakang sebelah kanan, dan luka tebas pada body kanan.

“Pelaku menggunakan parang dengan menebaskan parang membabi buta ke mobil patroli,” jelas Andri.

Sadar ancaman dari pelaku, petugas Polsek Banjarbaru Barat kemudin menekan panic botton aplikasi Siharat Polres Banjarbaru.

Jeda 30 menit kemudian, dua mobil patroli berisi personel piket gabungan dari Polres Banjarbaru datang. Pelaku diringkus saat hendak melarikan diri ke rumah.

“Tidak ada korban jiwa dari kejadian ini,” jelas Andri.

Hingga kini, Apri masih dijebloskan ke sel tahanan Mapolsek Banjarbaru Barat.

Usut punya usut, pelaku terindikasi dalam pengaruh minuman keras dan kalut lantaran baru saja dipecat dari pekerjaannya.

“Tersangka mabuk dan alasannya kalut karena baru diberhentikan dari pekerjaannya sebagai cleaning service,” ungkap Kapolsek.

Sebagai efek jera, polisi menjerat Apri dengan pasal 406 ayat (1) KUHP dan Pasal 212 KUHP dan Pasal 2 ayat (1) UU Darurat No.12 tahun 1951. Serta diancam hukuman 10 tahun penjara sesuai UU Darurat, melawan aparat, dan perusakan.

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini:

Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (0) in /home/bbarukalsel/public_html/wp-includes/functions.php on line 4669

Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (0) in /home/bbarukalsel/public_html/wp-content/plugins/really-simple-ssl/class-mixed-content-fixer.php on line 111