TRIBRATANEWS POLRES BANJARBARU

“Ternyata Guntur Anggota Buser Gadungan”!!!

Mengaku sebagai anggota buser, GUNTUR HUSAENI PUTRA akhirnya diringkus polisi. Pemuda warga Jl. Pramuka kota Banjarmasin ini, telah melakukan tindak pidana penipuan dan penggelapan sebuah sepeda motor, di jalan Trikora rt. 05 rw. 04 Kota Banjarbaru.
Pemuda 28 tahun yang bekerja sebagai wiraswasta itu, juga mengaku-ngaku sebagai polisi. Bahkan, saat ditangkap di rumah pacar nya, yang berada di jalan Pramuka komplek PDAM / BERSAMA Kelurahan Sei lulut Kecamatan Banjarmasin timur Kota Banjarmasin, ia mengklaim dirinya sebagai anggota Polri yang berdinas di Polres Tanah Laut (TALA).
Namun, anggota buser yang waktu itu melakukan penangkapan terhadap tersangka, tak percaya begitu saja. Saat di selidiki dan berkoordinasi dengan Polres Tala, di peroleh hasil, bahwa tidak ada anggota polisi yang bernama GUNTUR HUSAENI PUTRA berdinas di Polres Tala.
Penangkapan tersangka di dasari, laporan dari korban yang bernama Ngadiman,  karena pada hari kamis (25/10/ 2016) siang, di bengkel sepeda motor jalan Trikora rt. 05 rw. 04 Kelurahan Loktabat selatan Kota Banjarbaru , datang pelaku yg mengaku sebagai anggota Polisi berdinas di unit buser polres banjarbaru, dengan membawa satu unit sepeda motor yamaha jupiter Z warna merah tanpa nomor Polisi minta di perbaiki di bengkel itu. Kemudian tersangka  meminjam sepeda motor satriaF no pol. DA 4033 WJ milik korban dengan alasan untuk membeli rokok.
“Saya tunggu-tunggu berjam-jam, ternyata pelaku dan sepeda motor saya tidak kunjung datang untuk di kembalikan, merasa saya kena tipu, lalu saya langsung melapor ke Polres Banjarbaru”. Ujar Nagadiman.
Kasat Reskrim Polres Banjarbaru AKP Mas Suryo menjelaskan, tersangka yang bernama GUNTUR HUSAENI PUTRA ini, baru saja keluar dari lapas Martapura sekitar sebulan yang lalu, dengan perkara penipuan dan penggelapan, serta tersangka pernah di amankan anggota Sat Intelkam Polres Banjar dengan perkara memiliki senpi air softgun tanpa ijin yang sah dan mengaku sebagai anggota BIN (Badan Intelijen Negara).
“Perbuatan tindak pidana yang di lakukan tersangka, akan dikenakan pasal 372/378 KUHP tentang penggelapan dan penipuan, dengan  ancaman hukuman maksimal 4 tahun penjara”. Ujar Mas Suryo.
fafa/TribrataNews

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: